Hard News
Kemacetan Parah Efek Pembangunan MRT Jakarta
Arus lalu lintas terlihat padat merayap dari arah Pondok Indah menuju arah lebak bulus setiap harinya karena pembangunan MRT Jakarta. (foto: Sanda Refia Debie)
Jakarta- Kemacetan lalu lintas yang terjadi setiap hari merupakan salah satu efek adanya pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta yang sudah lama berlangsung pembangunannya dan memberi dampak yang sangat dirasakan oleh para pengguna jalan. MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta atau Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta dimulai dibangun pada tahun 2013 dan diperkirakan akan rampung pada tahun 2019.
Seperti yang dilansir dari sosial media di instagram Official Account of PT MRT Jakarta, “seluruh pekerjaan gelagar utama jalur layang sepanjang 10 km (dari lebak bulus sampai Patung Pemuda Senayan) akan selesai di bulan oktober ini, satu lagi milestone pekerjaan konstruksi tercapai, terus semangat dan optimis menyelesaikan pekerjaan konstruksi MRT tepat waktu”, dari akun @mrtjakarta.
Pada akun instagram official PT MRT Jakarta juga mengunggah video dokumenter kemajuan pembangunan MRT Jakarta yang disitu tertulis bahwa, “kemajuan keseluruhan konstruksi fase 1 koridor selatan-utara telah selesai 80,15%, yaitu 90,22% untuk konstruksi bawah tanah yang membentang dari bundaran Patung Pemuda hingga Bundaran HI, sementara konstruksi jalur layang yang membentang dari Lebak Bulus hingga Patung Pemuda telah rampung 70,16%,” @mrtjakarta.
Kemacetan ini juga sangat dirasakan oleh mahasiswi UIN (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah) Jakarta. Dwi ayu amalia adalah mahasiswi FIDIK (Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi) Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam semester tiga. Dia juga merupakan salah satu pengguna jalan, dan merasakan sekali efek dari adanya pembangunan MRT Jakarta itu.
“Dengan adanya pembangunan MRT Jakarta ini saya butuh waktu lebih pagi untuk berangkat ke kampus karena saya akan terlambat kalau tidak seperti itu, jalanan itu bisa macet banget gak jalan-jalan, stuck aja udah disitu berjam-jam kadang saya harus putar balik dulu cari jalan lain agar bisa menghindari jalanan yang sekira nya macet parah,” ujar Ayu.
“Biasanya kalo pake motor dari rumah bisa menghabiskan waktu hanya 15 menit sampai di kampus karena dulu pembangunan seperti ini belum ada, jadi tidak ada kemacetan yang parah seperti ini, sekarang karena adanya pembangunan MRT ini bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam lah baru sampai kampus,” lanjutnya.
Menurutnya, pembangunan MRT jakarta itu nantinya akan efektif sekali mengurangi kemacetan Jakarta. Tetapi pada saat proses pembangunan seperti ini akan sangat mengganggu, dimana banyak jalanan yang awal nya terdiri dari dua jalur, sekarang dibuat menjadi satu jalur karena untuk dibuat tiang-tiang penyangga untuk jalur MRT. Sehingga akan menjadi kemacetan yang sangat parah di titik-titik pembangunan itu.
“Upaya pemerintah sudah sangat bagus dalam mengatasi kemacetan di Ibu Kota seperti meningkatkan terus Transportasi Umum yang ada, dan menciptakan Transportasi umum yang baru seperti pada Negara-Negara maju yang ada di Asia seperti jepang, singapura, dan Negara-Negara lainnya. Udah engga sabar sebenarnya mau coba MRT saat sudah selesai dibangun, Cuma buat sekarang semoga pemerintah bisa mengantisipasi efek dari proses pembangunan tersebut,” ucap Ayu menutup pembicaraan.
Bukan hanya Ayu saja yang merasakan efek dari pembangunan MRT ini, banyak sekali orang-orang yang mengeluh juga dengan kemacetan yang terjadi saat ini. Kita tunggu saja setelah MRT ini jadi apakah efektif untuk mengatasi macet nya Ibu Kota atau bahkan tetap tidak ada perubahan yang terjadi di jalanan Jakarta ini.

Komentar
Posting Komentar